3/17/2013

Paintball ala Audi RS4



Jakarta - Produsen mobil asal Jerman, Audi punya ide unik untuk menunjukkan Audi RS4 adalah salah satu mobil keluarga yang gesit yakni dengan mengikuti mobil RS4 ke dalam permainan paintball.

Permainan yang biasanya dilakukan oleh manusia kini dilakoni oleh Audi RS4. Jadi orangnya sendiri bersih dari cat karena berada di balik kemudi, sementara mobil yang kotor karena tertembak peluru cat.

Dilansir autoevolution, Minggu (3/3/2013), video yang berdurasi sekitar 2 menit tersebut menyajikan peperangan yang menarik antar kedua mobil tersebut.

Dalam ajang perang-perangan ini, Audi RS4 warna putih menggunakan senjata di atas kap mesin. Senjata Audi RS4 putih menggunakan peluru cat warna kuning, sementara Audi RS4 hitam menggunakan peluru cat warna hitam. Siapa yang terkena cat lebih banyak dia yang kalah.

Nah, dalam aksinya kedua mobil banyak melakukan aksi berputar 360 derajat, slalom dan zig-zig untuk menghindari serangan musuh.

Pengemudinya terlihat kesulitan mengarahkan kemudi, pasalnya sembari fokus mengemudi, pengemudinya juga harus menekan tombol untuk melontarkan peluru cat.

Aksi kedua mobil ini cukup menghibur. Meski terlihat aneh, namun menunjukkan betapa lincahnya mobil keluarga tersebut. Setelah berjibaku, akhirnya terlihat siapa sang juara. Adalah mobil warna putih dengan 2.241 poin sementara mobil hitam dengan lumuran cat hanya mendapat 724 poin.

Sumber : 
Read More ->>

Indonesia Dapat Jatah Ferrari Termahal di Dunia





Jakarta - Supercar tercepat, terkuat dan termahal milik Ferrari, LaFerrari berhasil memancing perhatian banyak orang dari seluruh dunia, tidak terkecuali pecinta otomotif Indonesia. Kabar menyenangkannya, Indonesia kemungkinan akan mendapat jatah dari 499 LaFerrari yang diproduksi.

President Director PT Surya Sejahtera Otomotif Irmawan Poedjoadi, sebagai agen resmi Ferrari di Indonesia, mengatakan kepada detikOto kalau kemungkinan besar Ferrari akan memberi jatah LaFerrari untuk Indonesia.

"Mungkin Indonesia dipandang sebagai negara yang sedang berkembang pesat. Ekonomi kita juga bagus. Stabilitas juga," katanya.

Karena itu, Ferrari kemungkinan besar akan memberikan kepercayaan pada para pecinta otomotif Indonesia untuk mendapatkan penerus dari Ferrari Enzo ini. "Seminggu dua minggu sebelum diluncurkan di Geneva, saya sudah lihat duluan di Maranello," tambahnya.

Meski begitu, Irmawan tidak bisa memastikan berapa unit LaFerrari yang didapatkan Indonesia. Sebab, keputusan siapa yang mendapatkan mobil ini sepenuhnya diambil oleh prinsipal Ferrari di Italia. Ferrari Indonesia hanya memberi daftar peminatnya saja.

"Bukan kita yang memutuskan, tapi Maranello langsung. Itu pun dengan banyak pertimbangan. Ferrari akan melihat record si peminat itu dalam kepemilikan Ferrari. Mereka yang akan menilai apakah orang itu sudah pantas mendapatkan mobil ini atau tidak, jadi bukan kita," jelasnya.

Dia mengakui kalau sudah banyak orang Indonesia yang berminat mendapatkan mobil ini. Namun, balik lagi, itu semua keputusan Ferrari Italia. "Jadi tidak semua orang yang punya uang bisa mendapatkan mobil ini. Karena itu Saya belum bisa memastikan Indonesia akan dapat berapa unit, tapi kalau tanya apakah akan dapat atau tidak, kemungkinan besarnya dapat," lugasnya.

Mobil yang merupakan mobil pertama yang desainnya benar-benar dibuat sendiri oleh Ferrari ini pertama kali diperlihatkan di Geneva Motor Show dan langsung memancing perhatian.
Sumber : http://oto.detik.com/read/2013/03/14/180302/2194340/1207/indonesia-dapat-jatah-ferrari-termahal-di-dunia?o991101mainnews
Harga mobil ini di Eropa diperkirakan mencapai angka Rp 16 miliaran. Untuk sampai ke Indonesia, tentu saja angka itu akan bertambah meski belum diketahui pasti berapa harga mobil ini bila masuk Indonesia.

Untuk jantungnya, LaFerrari adalah mobil pertama dalam sejarah Ferrari yang menerapkan sistem HY-KERS. Mesin V12 dengan kapasitas 6.262 cc akan menjadi jantungnya bersama motor listrik yang pada akhirnya mampu mempersembahkan tenaga gabungan hingga 963 CV.

Dengan tenaga itu, maka mobil ini mampu memperlihatkan akselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 3 detik saja.

Ketika dites di sirkuit Fiorano, mobil ini mampu mencatatkan waktu lap 1 menit 20 detik, atau 5 detik lebih cepat dari Enzo dan 3 detik lebih cepat dari, F12berlinetta yang merupakan mobil tercepat Ferrari sebelumnya.

Dengan begitu, LaFerrari pun mendaulat diri sebagai mobil jalanan tercepat dalam sejarah panjang pabrikan yang bermarkas di Maranello itu.
Read More ->>

Monster Setengah Motor dan Setengah Mobil





Ottawa - Mobil dan motor tentu saja memiliki spesifikasi berbeda. Perhatian pertama tertuju pada jumlah ban. Motor umumnya memiliki 2 roda, dan mobil 4 roda atau lebih. Tapi bagaimana dengan kendaraan satu ini yakni Campagna T-Rex 16STM. Bisa dibilang tubuhnya setengah motor setengah mobil.

Campagna T-Rex 16STM adalah keluaran terbaru dari produsen kendaraan asal Kanada. Berbeda dengan Can-Am Spyder three-wheeler. Kalau Campagna T-Rex 16STM memiliki atap dan terdapat 2 tempat duduk, sementara Can-Am Spyder tidak memiliki atap dan bocenger duduk di belakang pengendara.

Jadi memang agak membingunkan. Mau diposisikan di mana kendaraan Campagna T-Rex 16STM. Namun terlepas dari itu, banyak kelebihan dari kendaraan setengah-setengah ini.

Dilansir autoblog, Sabtu (16/3/2013) Campagna T-Rex 16STM memiliki kapasitas mesin 1.649 cc dari BMW K1600 GTL tourer. Mesin tersebut memiliki tenaga 118 kW pada 7.750 rpm dan torsi 175 pada 5.250 rpm. Nah, dibalik bentuknya yang unik ternyata tersimpan mesin monster.

Bobot kendaraan ini hanya 500 kg berkat panel bodi dari bahan fiberglass dengan serat karbon. Dengan kombinasi itu, mesin tersebut bisa berlari dari 0-100 km/jam kurang dari 5 detik.

Kendaraan setengah motor dan setengah motor memiliki teknologi mesin balap yang handal. Asyiknya kendaraan ini dilengkapi dengan audio system Alpine yang bisa tersambung dengan iPod/iPhone, USB dan tersedia bluetooth.

Read More ->>

Ingin Motor Drag Race, Begini Caranya




Jakarta - Drag Race belakangan ini sedang booming. Komunitas dan perlombaan motor di trek lurus ini juga cukup banyak digelar di Tanah Air.

Nah bagi Otolovers yang berniat untuk memodifikasi motornya menjadi motor drag race tidaklah rumit. Anda hanya merogoh kocek Rp 3 hingga Rp 5 jutaan.

Seperti yang ada di bengkel Abighail yang khusus memodifikasi motor drag. Menurut Ozan, mekanik bengkel tersebut, dalam dunia motor drag ada 2 tipe, pertama modifikasi motor drag tipe bebek 4 tak dan kedua tipe matik.

Untuk motor bebek 4 tak jika ingin dijadikan motor drag, konsumen hanya merogoh kocek Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.

Menurutnya, ada 2 kelas dalam drag yakni pakingan dan selembaran. Untuk pakingan biasanya berlaga di trek-trek liar dan yang harus dirubah yakni bagian kruk as, blok, head dan rasio.

"Utamanya sih kita naikin seher dan ganti klep gambot," katanya saat berbincang dengan detikOto di markasnya yang berada di Jalan Buncit Raya, Imigrasi, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sedangkan untuk selembaran semuanya tetap sama dengan yang pakingan tapi yang membedakan yakni di bagian kruk as dan setang lebih pendek atau bantet.

"Biasanya selembaran lebih mahal dari pakingan. Karena susah nyari setang sehernya," terangnya.

Lebih lanjut, Ozan menambahkan selain motor bebek 4 tak, drag juga bisa digunakan di motor matik. Untuk memodifikasinya jauh lebih mahal dari motor bebek. Kalau motor matik dari harga Rp 4 sampai Rp 5 juta. Harga yang ditawarkan juga sudah termasuk pemasangan aksesoris drag lainnya dan juga termasuk penggantian stang.
Sumber : http://oto.detik.com/read/2012/11/27/145622/2102747/1214/ingin-motor-drag-race-begini-caranya
"Bedanya sih di bagian CVT-nya aja lebih mahal kalau yang lainnya sih sama aja kaya motor bebek," sambungnya.

Ozan menjelaskan, harga CVT matik untuk main drag yakni mulai dari Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan. "Itu biasanya buatan dari Thailand," cetusnya.

Selain itu, motor drag bebek atau matik dari segi pemakain klanpot tetap sama, biasanya kalau untuk main liaran pake standar bobokan tapi kalau untuk event kebanyakan pakai knalpot merek Kawahara yang harganya Rp 1,2 juta.

Untuk ban juga tetap sama, yakni menggunakan ban ukuran 60/90 dan pelek 140. Merek ban yang bagus dan serinbg digunakan yakni Veerubber yang dijual Rp 500 ribu 1 ban.

"Kalau ukuran ban bisa berbeda antara belakang dan depan. Tapi kebanyakan orang pakai ukuran yang sama antara ban belakang dan depan," tutupnya.
Read More ->>

Ini Mobil Terkencang di Lintasan Es




Kecepatan yang ditorehkan 334,7 km/jam.


Audi RS6 yang dikemudikan Janne 'Iceman' Laitinen
Audi RS6 yang dikemudikan Janne 'Iceman' Laitinen (Carscoop)

Dilansir Carscoop, Sabtu 16 Maret 2013, mobil yang dikemudikan Laitinen berhasil melintas di atas es lautan beku Teluk Bothnia, dekat kota Oulu, Finlandia, dengan kecepatan 334,7 km/jam.

Pencapaian ini juga terbilang istimewa. Sebab Guinness Book memiliki syarat, yakni lintasan yang menjadi tempat rekor tercetak harus es alami yang tidak diberi bahan kimia agar tidak terlalu licin.

Selain itu, ban yang digunakan harus dijual secara komersial dan telah mendapat izin untuk digunakan di jalan-jalan negara tempat rekor itu dibuat.

Mobil itu menggunakan mesin V10 berkekuatan 580 Ps, dibantu dengan sistem quattro empat penggerak roda. Adapun ban yang digunakan menggunakan taburan paku profil ultra-low hasil pengembangan perusahaan Finlandia Nokian Tyres.

Rekor baru ini mengalahkan rekor sebelumnya, yang juga dipegang Laitinen dengan mobil Bentley dan menggunakan ban Nokian, dengan kecepatan 331,6 km/jam pada 2012.

Ban yang digunakan untuk mencapai rekor baru ini adalah ban bertabur paku terbaru dari Nokian, yaitu Hakkapeliitta 8, yang dirancang untuk keseimbangan cengkeraman lateral dan longitudinal.

Fakta yang mampu tercatat, Nokian mengatakan mobil ini berjalan lebih dari 93 meter per detik, dan setiap geriginya menyentuh es sebanyak 43 kali per detik.
Read More ->>

3/03/2013

Budidaya Jagung


 
 
Jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi. Namun samoai saat ini untuk memnuhi kebutuhan akan jagung kita masih harus mengimpor dari luar negeri karena produksinya belum mencukupi. Padahal ketersediaan lahan budidaya masih luas. Untuk menghasilkan produksi jagung yang tinggi diperlukan teknik budidaya jagung yang tepat.


Yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman jagung adalah:

# Tempat bertanam
Di Indonesia, jagung dapat ditanam di dataran rendah maupun tinggi. Lahan tempat bertanam akan berpengaruh terhadap perencanaan tanam

# Benih
Benih sebagai bahan utama atau modal pokok dalam budidaya jagung juga harus dipersiapkan. benih yang diperlukan biasanya dikaitkan dengan tujuan dan perencanaan penanaman

# Alat dan Tenaga Kerja
Manusia turut campur tangan dalam usaha penanaman hingga berproduksi, maka pencurahan tenaga memiliki arti penting di dalam proses budidaya jagung. Jumlah tenaga yang dibutuhkan bisa digantikan dengan alat atau mesin untuk mengintensifkan kerja


Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya jagung adalah sebagai berikut:

1. Pengolahan tanah
Mengolah tanah untuk media pertanaman dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur sehingga keadaan aerasi dapat diperbaiki.

2. Penanaman
Jagung ditanam untuk diambil hasilnya. Oleh karena itu penanaman jagung perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harapan produksi yang akan diperoleh. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan antara lain: waktu tanam, jarak tanam, cara menanam jagung, dll

3. Perawatan dan Pemupukan
Seperti tanaman budidaya yang lain, jagung juga perlu dirawat dan dipupuk supaya hasil panennya maksimal. Perawatan tanaman jagung bisa berupa  membuang tanaman gulma yang ada di sekitar tanaman jagung, irigasi yang baik, serta pemberian pupuk sesuai kebutuhan.


4. Penentuan waktu panen
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua atau matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Penentuan waktu panen untuk jagung tergantung dari jenis jagung yang ingin didapatkan, yaitu baby corn, jagung untuk sayur/rebus, dan biji kering.

Sumber : http://carapedia.com/budidaya_jagung_info678.html
Read More ->>

Cara Menanan Cabe Yang Baik


Menanam Cabe merupakan kegiatan budidaya pertanian yang bisa dibilang cukup kompleks. Dibandingkan dengan menanam tanaman hortikultura yang lain, menanam cabe memerlukan keahlian dan intensitas perawatan yang lebih optimal. Ada pun cara menanam cabe yang baik  menurut berbagi sumber dan refrensi akan saya bahas di postingan ini.
Cara menanam cabe sebenarnya relatif sama dengan cara menanam tomat karena memang dua tanaman ini satu famili yaitu solanaceae. Cara menanam cabe rawit dan cara menanam cabe merah tentu ada perbedaan. Struktus fidiologis tanaman yang berbeda tentu akan membuat jenih serangan hama penyakit cabe pada cabe rawit dan cabe merah berbeda. Walaupun sebenarnya secara umum teknik menanam nya sama.
Yang paling utama dan penting dalam menanam cabe adalah dasaran. Yang dimaksud dasaran di sini adalah tanah yang akan digunakan media penanaman. Tanah yang mau ditanami cabe harus berada pada ph 5-6, gembur, dan kaya humus.  Jika tanah masih kondisi asam atau sering ditanami tanaman yang satu family, maka penting untuk penambahan kapur pertanian atau dolomit untuk meningkatkan ph. Penambahan kapur untuk meningkatkan ph sudah merupakan penyelesaian 50% terhadap kendala kesuburan tanah, salin itu juga penambahan dolomit dapan memberikan unsur kalsium di tanah yang sangat dibutuhkan tanaman saat berbunga nanti. Sangat dianjurkan menanam cabe menggunakan plastik mulsa hitam perak dengan posisi warna hitam di bawah dan warna perak di atas.
Untuk mengurangi serangan hama penyakit dan memudahkan perawatan tanaman cabe nantinya, sebaiknya jarak tanam jangan terlalu rapat. Hal ini juga bisa diaplikasikan dengan cara menanam satu baris saja dalam satu gulut (bedeng tanam). Jarak tanam yang dianjurkan adalah 60 x 60 cm. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh musim, kalau musim kemarau menanam cabe dengan jarak agak rapat mungkin tidak akan terlalu bermasalah, tetapi jika pada musim penghujan akan menyebabkan tanaman cabe mudah terserang penyakit jamur.
Tanaman Cabe Satu Gulut

Pada masa vegetatif atau masa sebelum tanaman berbunga, yang paling penting untuk difokuskan adalah unsur makro tanaman. Pada fase ini tanaman cabe membutuhkan asupan unsur N yang cukup dan pengairan yang baik. Saya merefrensikan penggunaan ZPT berbahan aktif GIBERALIN, kalau teman-teman di malang sering menggunakan produk bernama BIGEST. Dengan BIGEST pertumbuhan vegetatif jadi lebih cepat dan tanaman menjadi tinggi. Namun perlu diperhatikan bila kita menggunakan giberalin, karena bahan ini bersifat memecah sel tanaman untuk berkembang cepat, sehingga tanaman cabe membutuhkan nutrisi makanan yang banyak. Jadi selain disemprot menggunakan BIGEST, pemupukan kocor juga harus dilakukan.
Pada saat tanaman cabe mulai berbunga, hentikan pemakaian giberalin karena justru akan membuat bunga rontok. Saatnya memasukkan unsur mikro pada tanaman. Fokus kita setelah bunga muncul pada cara menanam cabe yang baik adalah pembentukan buah. Yang harus kita kendalikan selain hama penyakit adalah bagaimana meminimalisir bunga agar tidak rontok dan dapat jadi buah 100%. Pada fase ini semprotlah tanaman cabe menggunakan nutrisi tanaman yang mengandung borron, calsium, dan glukosa. Yang biasa saya rekomendasikan adalah FITOMIC.
Menanam cabe tidak lepas dari yang namanya hama penyakit. Kendalikanlah hama penyakit dengan pestisida berbahan aktif yang rendah terlebih dahulu. Baru jika tidak mampu gunakanlah yang kelas di atasnya. Hal ini penting untuk mencegah resistensi hama penyakit itu sendiri.
Untuk menghindari penyakit lalat buah, kita bisa menggunakan perangkap feromon atau menyemprotkan pestisida yang baunya menyengat sehingga lalat buah tidak suka. Selain itu jika ada buah yang sudah terserang segeralah petik dan musnahkan.
Cara mengatasi penyakit antraknose (pathek) adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik dan kontak pada daun dan buah. Penyakit ini asal mulanya berawal dari serangan bercak daun di daun lalu menular di buah. Untuk buah cabe yang sudah terserang tidak bisa disembuhkan, untuk mengatasinya gunakanlah varietas yang tahan dan penyemprotan pestisida secara rutin untuk pencegahan.
Selanjutnya penyakit layu pada cabe. Layu pada tanaman cabe disebabkan oleh dua patogen, yaitu jamur (fusarium) dan bakteri. Ciri-ciri layu fusarium adalah tanaman layu serempak perlahan dari bawah lalu ke daun atas dan akhirnya kering, pada akar bila dicabut tampak kering dan berwarna coklat tidak berbau. Sedangkan layu bakteri biasanya menyerang beberapa bagian tanaman dan layunya perlahan-lahan, akarnya basah dan menimbulkan bau busuk. Untuk mengendalikannya gunakanlah fungisida sistemik MAGENTA untuk layu fusarium dengan cara dikocor pada akar, dan bakterisida AGREP untuk layu bakteri.
Demikianlah tips dari saya, semoga sedikit pengetahuan ini dapat menjadi refrensi untuk teman-teman. Sukses YA!! Oh ya baca juga artikel saya tentang Budidaya Ikan Jelawat!


 Sumber : http://yustian.com/menanam-cabe
Read More ->>

Cara Menanam Jahe



Cara menanam atau budidaya jahe terlengkap. Jahe merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah Indonesia, disamping itu juga menjadi bahan baku obat tradisional maupun fitofarmaka, yang memberikan peranan cukup berarti dalam penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara. Sebagai komoditas ekspor dikemas berupa jahe segar, asinan (jahe putih besar), jahe kering (jahe putih besar, kecil dan jahe merah), maupun minyak atsiri dari jahe putih kecil (jahe emprit) dan jahe merah. Volume permintaannya terus meningkat seiring dengan permintaan produk jahe dunia serta makin berkembangnya industri makanan dan minuman di dalam negeri yang menggunakan bahan baku jahe. Pada tahun 1998, ekspor jahe Indonesia mencapai 32.807 ton dengan nilai nominal US $ 9.286.161. Tahun 2003 turun menjadi 7.470 ton dengan nilai US $ 3.930.317 karena mutu yang tidak memenuhi standar. Namun permintaan jahe mengalami peningkatan setiap tahun. Kondisi ini di Indonesia, direspon dengan makin berkembangnya areal penanaman dan munculnya berbagai produk jahe.

Pengembangan jahe skala luas sampai saat ini perlu didukung dengan upaya pembudidayaannya secara optimal dan berkesinambungan. Untuk mencapai tingkat keberhasilan budidaya yang optimal diperlukan bahan tanaman dengan jaminan produksi dan mutu yang baik serta stabil dengan cara menerapkan budidaya anjuran. Adanya penolakan ekspor jahe Indonesia di negara tujuan terutama Jepang, karena tingginya cemaran mikroorganisme, mengakibatkan anjloknya pendapatan petani jahe. Hal ini perlu segera diantisipasi dengan menerapkan budidaya anjuran terbaik diantaranya dengan penggunaan bahan tanaman sehat yang berasal dari varietas unggul. Selain itu, karena kualitas simplisia bahan baku industri hilir ditentukan oleh proses budidaya dan pascapanennya, maka pembakuan standar prosedur operasional (SPO) budidaya jahe dibuat guna mendukung GAP (Good Agricultural Practices).

PERSYARATAN TUMBUH

Untuk budidaya jahe diperlukan lahan di daerah yang sesuai untuk pertumbuhannya. Untuk pertumbuhan jahe yang optimal diperlukan persyaratan iklim dan lahan sebagai berikut : iklim tipe A, B dan C (Schmidt & ferguson), ketinggian tempat 300 - 900 m dpl., temperatur rata-rata tahunan 25 - 30ยบ C, jumlah bulan basah (> 100 mm/bl) 7 - 9 bulan per tahun, curah hujan per tahun 2 500 – 4 000 mm, intensitas cahaya matahari 70 - 100% atau agak ternaungi sampai terbuka, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, pH tanah 6,8 – 7,4. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian (kaptan) 1 - 3 ton/ha atau dolomit 0,5 - 2 ton/ha untuk meningkatkan pH tanah.

Pada lahan dengan kemiringan > 3% dianjurkan untuk dilakukan pembuatan teras, teras bangku sangat dianjurkan bila kemiringan lereng cukup curam. Hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang mengakibatkan tanah menjadi tidak subur, dan benih jahe hanyut terbawa arus. Persyaratan lahan lainnya yang juga penting bagi penamaman jahe adalah lahan bukan merupakan daerah endemik penyakit tular tanah (soil borne diseases) terutama bakteri layu dan nematoda. Untuk menjamin kesehatan lahan, sebaiknya lahan yang digunakan bukan bekas jahe, atau tidak ada serangan penyakit bakteri layu dilahan tersebut dan hanya dua kali berturut-turut ditanami jahe. Tahun berikutnya dianjurkan pindah tempat untuk menghindari kegagalan panen karena kendala penyakit dan adanya gejala allelopati.

BAHAN TANAMAN

Jahe (Zingiber officinale Rosc.; Ginger) adalah tanaman herba tahunan yang tergolong famili Zingiberaceae, dengan daun berpasangpasangan dua-dua berbentuk pedang, rimpang seperti tanduk, beraroma. Selama ini di Indonesia, berdasarkan pada bentuk, warna dan aroma rimpang serta komposisi kimianya dikenal 3 tipe jahe, yaitu jahe putih besar, jahe emprit dan jahe merah. Jahe putih besar (Z. officinale var. officinarum) mempunyai rimpang besar berbuku, berwarna putih kekuningan dengan diameter 8,47 – 8,50 cm, aroma kurang tajam, tinggi dan panjang rimpang 6,20 – 11,30 dan 15,83 – 32,75 cm, warna daun hijau muda, batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri didalam rimpang 0,82 – 2,8%. Jahe putih kecil (Z. officinale var. amarum) mempunyai rimpang kecil berlapis-lapis, aroma tajam, berwarna putih kekuningan dengan diameter 3,27 – 4,05 cm, tinggi dan panjang rimpang 6,38 – 11,10 dan 6,13 – 31,70 cm, warna daun hijau muda, batang hijau muda dengan kadar minyak atsiri 1,50 – 3,50%.

Jahe merah (Z. officanale var. rubrum) mempunyai rimpang kecil berlapis, aroma sangat tajam, berwarna jingga muda sampai merah dengan diameter 4,20 – 4,26 cm, tinggi dan panjang rimpang 5,26 – 10,40 dan 12,33 – 12,60 cm, warna daun hijau muda, batang hijau kemerahan dengan kadar minyak atsiri 2,58 – 3,90%. Balittro telah melepas varietas unggul jahe putih besar (Cimanggu-1) dengan potensi produksi 17 - 37 ton/ha. Sedangkan calon varietas unggul jahe putih kecil dan jahe merah rata-rata potensi produksinya masing-masing untuk jahe putih kecil adalah 16 ton/ha dengan kadar minyak atsiri 1,7 – 3,8%, kadar oleoresin 2,39 – 8,87%. Sedangkan jahe merah potensi produksinya 22 ton/ha, kadar minyak atsiri 3,2 – 3,6%, kadar oleoresin 5,86 – 6,36%.


PEMBENIHAN

Benih yang digunakan harus jelas asal usulnya, sehat dan tidak tercampur dengan varietas lain. Benih yang sehat harus berasal dari pertanaman yang sehat, tidak terserang penyakit. Beberapa penyakit penting pada tanaman jahe yang umum dijumpai, terutama jahe putih besar, adalah layu bakteri (Ralstonia solanacearum), layu fusarium (Fusarium oxysporum), layu rizoktonia (Rhizoctonia solani), nematoda (Rhodopolus similis) dan lalat rimpang (Mimergralla coeruleifrons, Eumerus figurans) serta kutu perisai (Aspidiella hartii). Rimpang yang telah terinfeksi penyakit tidak dapat digunakan sebagai benih karena akan menjadi sumber penularan penyakit di lapangan. Pemilihan benih harus dilakukan sejak pertanaman masih di lapangan. Apabila terdapat tanaman yang terserang penyakit atau tercampur dengan jenis lain, maka tanaman yang terserang penyakit dan tanaman jenis lain harus dicabut dan dijauhkan dari areal pertanaman. Pemilihan (penyortiran) selanjutnya dilakukan setelah panen, yaitu di gudang penyimpanan. Pemeriksaan dilakukan untuk membuang benih yang terinfeksi hama dan penyakit atau membuang benih dari jenis lain. Rimpang yang akan digunakan untuk benih harus sudah tua minimal berumur 10 bulan. Ciri-ciri rimpang tua antara lain kandungan serat tinggi dan kasar, kulit licin dan keras tidak mudah mengelupas, warna kulit mengkilat menampakkan tanda bernas.

Rimpang yang terpilih untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - 3 bakal mata tunas yang baik dengan bobot sekitar 25 - 60 g untuk jahe putih besar, 20 - 40 g untuk jahe putih kecil dan jahe merah. Kebutuhan benih per ha untuk jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton, sedangkan jahe putih besar yang dipanen tua membutuhkan benih 2 - 3 ton/ha dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar yang dipanen muda. Bagian rimpang yang terbaik dijadikan benih adalah rimpang pada ruas kedua dan ketiga.

Sebelum ditanam rimpang benih ditunaskan terlebih dahulu dengan cara menyemaikan yaitu, menghamparkan rimpang di atas jerami/alang-alang tipis, di tempat yang teduh atau di dalam gudang penyimpanan dan tidak ditumpuk. Untuk itu biasa digunakan wadah atau rak-rak terbuat dari bambu atau kayu sebagai alas. Selama penyemaian dilakukan penyiraman setiap hari sesuai kebutuhan, untuk menjaga kelembaban rimpang. Benih rimpang bertunas dengan tinggi tunas yang seragam 1 - 2 cm, siap ditanam di lapangan dan dapat beradaptasi langsung, juga tidak mudah rusak. Rimpang yang sudah bertunas tersebut kemudian diseleksi dan dipotong menurut ukuran. Untuk mencegah infeksi bakteri, dilakukan perendaman didalam larutan antibiotik dengan dosis anjuran. Kemudian dikering anginkan.

BUDIDAYA

Untuk mencapai hasil yang optimal didalam budidaya jahe putih besar, jahe putih kecil maupun jahe merah, selain menggunakan varietas unggul yang jelas asal usulnya perlu diperhatikan juga cara budidayanya.

Persiapan lahan

Sebelum tanam dilakukan pengolahan tanah. Tanah diolah sedemikian rupa agar gembur dan dibersihkan dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm, dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah, hal ini dapat mengakibatkan tanaman kurang subur tumbuhnya. Setelah tanah diolah dan digemburkan, dibuat bedengan searah lereng (untuk tanah yang miring), sistim guludan atau dengan sistim pris (parit). Pada bedengan atau guludan kemudian dibuat lubang tanam.

Jarak tanam

Benih jahe ditanam sedalam 5 - 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm.

Pemupukan

Pupuk kandang domba atau sapi yang sudah masak sebanyak 20 ton/ha, diberikan 2 - 4 minggu sebelum tanam. Sedangkan dosis pupuk buatan SP-36 300 - 400 kg/ha dan KCl 300 - 400 kg/ha, diberikan pada saat tanam. Pupuk urea diberikan 3 kali pada umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanam sebanyak 400 - 600 kg/ha, masing-masing 1/3 dosis setiap pemberian. Pada umur 4 bulan setelah tanam dapat pula diberikan pupuk kandang ke dua sebanyak 20 ton/ha.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.

a. Penyiangan gulma

Sampai tanaman berumur 6 - 7 bulan banyak tumbuh gulma, sehingga penyiangan perlu dilakukan secara intensif secara bersih. Penyiangan setelah umur 4 bulan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran yang dapat menyebabkan masuknya benih penyakit. Untuk mengurangi intensitas penyiangan bisa digunakan mulsa tebal dari jerami atau sekam.

b. Penyulaman

Menyulam tanaman yang tidak tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.

c. Pembumbunan / pendangiran

Pembumbunan mulai dilakukan pada saat telah terbentuk rumpun dengan 4 - 5 anakan, agar rimpang selalu tertutup tanah. Selain itu, dengan dilakukan pembumbunan, drainase akan selalu terpelihara.

d. Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai dengan keperluan. Penyakit utama pada jahe adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh serangan bakteri layu (Ralstonia solanacearum). Sampai saat ini belum ada metode pengendalian yang memadai, kecuali dengan menerapkan tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit, seperti penggunaan lahan sehat, penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari perlukaan (penggunaan abu sekam), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat (sanitasi), inspeksi kebun secara rutin.
Tanaman yang terserang layu bakteri segera dicabut dan dibakar untuk menghindari meluasnya serangan OPT. Hama yang cukup signifikan adalah lalat rimpang Mimergralla coeruleifrons (Diptera, Micropezidae) dan Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan rimpang kurang baik serta bercak daun yang disebabkan oleh cendawan (Phyllosticta sp.). Serangan penyakit ini apabila terjadi pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Tindakan mencegah perluasan penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan (diulang setiap minggu sekali), sanitasi tanaman sakit, inspeksi secara rutin.

POLA TANAM

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, jahe dapat ditumpangsarikan dengan tanaman pangan seperti kacang-kacangan dan tanaman sayuran, sesuai dengan kondisi lahan.

PANEN

Panen untuk konsumsi dimulai pada umur 6 sampai 10 bulan. tetapi, rimpang untuk benih dipanen pada umur 10 - 12 bulan. Cara panen dilakukan dengan membongkar seluruh rimpangnya menggunakan garpu, cangkul, kemudian tanah yang menempel dibersihkan. Dengan menggunakan varietas unggul jahe putih besar (Cimanggu-1) dihasilkan rata-rata 27 ton rimpang segar, calon varietas unggul jahe putih kecil (JPK 3; JPK 6) dengan cara budidaya yang direkomendasikan, dihasilkan rata-rata 16 ton/ha rimpang segar dengan kadar minyak atsiri 1,7 – 3,8%, kadar oleoresin 2,39 – 8,87%.
Sedangkan jahe merah 22 ton/ha dengan kadar minyak atsiri 3,2 – 3,6%, kadar oleoresin 5,86 – 6,36%. Mutu rimpang dari varietas unggul Cimanggu-1 dan calon varietas unggul jahe putih kecil dan jahe merah, memenuhi standar Materia Medika Indonesia (MMI).

Berdasarkan standar perdagangan, mutu rimpang jahe segar dikatagorikan sebagai berikut:

Mutu I : bobot 250 g/rimpang, kulitnya tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang;
Mutu II : bobot 150 - 249 g/rimpang, kulitnya tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan kapang;
Mutu III : bobot sesuai hasil analisis, kulit yang terkelupas maksimum 10%, benda asing maksimum 3%, kapang maksimum 10%

PASCA PANEN

Tahapan pengolahan jahe meliputi penyortiran, pencucian, pengirisan, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan. Setelah panen, rimpang harus secepatnya dibersihkan untuk menghindari kotoran yang berlebihan serta mikroorganisme yang tidak diinginkan. Rimpang dibersihkan dengan disemprot air yang bertekanan tinggi, atau dicuci dengan tangan. Setelah pencucian, rimpang dianginanginkan untuk mengeringkan air pencucian. Untuk penjualan segar, jahe dapat langsung dikemas. Tetapi bila diinginkan dalam bentuk kering atau simplisia, maka perlu dilakukan pengirisan rimpang setebal 1 – 4 mm. Untuk mendapatkan simplisia dengan tekstur menarik, sebelum diiris rimpang direbus beberapa menit sampai terjadi proses gelatinisasi Rimpang yang sudah diiris, selanjutnya dikeringkan dengan energi surya atau dengan pengering buatan/oven pada suhu 36 – 46° C. Bila kadar air telah mencapai sekitar 8 - 10%, yaitu bila rimpang bisa dipatahkan, pengeringan telah dianggap cukup. Selain itu, dikenal jahe kering gelondong (jahe putih kecil dan jahe merah) yang diproses dengan cara rimpang jahe utuh ditusuk-tusuk agar air keluar sebagian, kemudian dijemur dengan energi matahari atau dioven sampai kering atau kadar air mencapai 8 - 10%. Rimpang kering dapat dikemas dalam peti, karung atau plastik yang kedap udara, dan dapat disimpan dengan aman, apabila kadar airnya rendah. Ruang penyimpan harus diperhatikan sanitasinya, berventilasi baik, dengan suhu ruangan yang rendah dan kering untuk mencegah pencemaran oleh mikroba dan hama gudang.

PENGANEKARAGAMAN PRODUK

Selain simplisia, dari rimpang jahe dapat diperoleh minyak atsiri, oleoresin, bubuk, jahe asinan, jahe dalam sirup, manisan jahe, jahe kristal dan anggur jahe. Asinan jahe merupakan bahan ekspor yang potensial, dibuat dari jahe putih besar yang dipanen muda (3 bulan), dengan kadar serat rendah. Sedangkan permen jahe, manisan, sirup, instant, serbat dan sekoteng berasal dari jahe putih kecil yang dipanen tua. Selain untuk bahan baku obat tradisional (jamu), jahe sudah mulai digunakan untuk obat fitofarmaka karena kandungan gingerolnya. Bahan aktif ini diisolasi dari ekstrak jahe yang bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri pada tulang, otot dan sendi.

USAHATANI

Untuk memperoleh hasil yang optimum dengan usahatani yang menguntungkan, faktor-faktor produksi didalam budidaya perlu diperhitungkan. Berikut adalah analisis usahatani jahe dengan menggunakan calon varietas unggul dan budidaya anjuran Balittro.

Di Jamaica, "jahe" yang baru dipungut segera dilempar ke dalam bak-bak air, kemudian diobok-obok supaya bersih sendiri. Kalau anda pengusaha perkebunan hasilnya untuk eksport, umbi "jahe" tadi harus bersih pula dari kulit-kulit selaput luarnya. Di Jamaica terkenal sebagai produsen "jahe" kering yang paling bagus, orang mengupas kulit selaput terluarnya dengan tangan setelah "jahe-jahe" tadi direndam dalam air panas. Setelah dikupas dimasukkan lagi ke dalam air, untuk dicuci sekali lagi sampai bersih. Kemudian "jahe" yang sudah bersih tadi direndam air lagi selama satu malam. Kadang-kadang dalam bak-bak perendam ini juga dibubuhkan air jeruk nipis, supaya warna "jahe" itu tetap muda. Sesudah itu semuanya dikeringkan diatas tikar disinar matahari sehari penuh, kalau sudah sore dimasukkan ke gudang kering.

Setelah dikeringkan begini selama 7 hari, biasanya "jahe" sudah cukup kering. Dan beratnya kira-kira tinggal 70% saja dari berat semula. Namun kadar sari "jahe"nya masih ada kira-kira 12% dan kualitasnya dipandang bagus, sehingga laku untuk dijual.
"Jahe" yang dianggap berkualitas tinggi memang "jahe-jahe" besar dan bersih, tapi tidak kering, bagian dalamnya tidak ada bagian-bagian yang patah dan tidak keriput.

"Jahe" termasuk dalam tanaman obat berkhasiat sekaligus bumbu penyedap masakan. "Jahe" juga diketahui memiliki kandungan anti nyeri alamiah sehingga cukup banyak orang yang menggunakan minyak "jahe" sebagai pereda nyeri dan juga bengkak.
BIAYA PRODUKSI BUDIDAYA JAHE PER HEKTAR

a. Jahe putih besar

I. Biaya Produksi

A. Penangkaran
1. Benih 2000 kg @4.500,- = Rp. 9.000.000
2. Pupuk
- Pupuk kandang 40 ton @80.000 = 3.200.000
- Urea 600 kg @1.200 = 720 000
- SP36 300 kg @1.750 = 525 000
- KCl 400 kg @2.000 = 800 000
3. PHT 1 pkt @450.000 = 450 000
4. Gaji Upah
- Pembukaan lahan 50 HOK @15.000 = 750.000
- Pengolahan tanah 100 HOK @15.000 = 1.500.000
- Pembuatan bedengan 60 HOK @15.000 = 900.000
- Penanaman 60 HOK @15.000 = 900.000
- Pemeliharaan 300 HOK @15.000 = 4.500.000
- Sortasi dan seleksi 100 HOK @15.000 = 1.500.000
- Panen dan Pasca panen 100 HOK @15.000 = 1.500.000

Jumlah IA = 26.245.000

B. Penanganan benih
1. Sortasi benih di gudang 75 HOK @15.000 = Rp. 1.125.000

C. Sertifikasi
1. Kebun 1 ha = 15.000
2. Benih = 100.000
Jumlah IC = 115.000

D. Packing

1. Upah pengepakkan 50 HOK @15.000 = 750.000
2. Kotak kayu 4.000 @750 = 3.000.000

Jumlah ID 3.750.000
- Jumlah biaya IA s.d ID 31.235.000
- Bunga bank 10 bulan (10.8 % (13 %/th) = 3.373.380

TOTAL BIAYA I = 34.608.380

II. Keuntungan

A. Hasil penjualan benih 20.000 kg @ 4.500,- = 90.000.000,-

TOTAL KEUNTUNGAN (IIA-I) 55.391.620

Keterangan : Hasil penjualan benih adalah 80 % dari hasil panen, 20 % sebagai penyusutan di gudang.

================

b. Jahe putih kecil

I. Biaya Produksi

A. Penangkaran
1. Benih 1.000 kg @4.500 = Rp. 4.500.000
2. Pupuk
- Pupuk kandang 40 ton @80.000 = 3.200.000
- Urea 600 kg @1.200 = 720.000
- SP36 300 kg @1.750 = 525.000
- KCl 400 kg @2.000 = 800.000

3. PHT 1 paket = 450.000
4. Gaji Upah
- Pembukaan lahan 50 HOK @15.000 = 750.000
- Pengolahan tanah 100 HOK @15.000 = 1.500.000
- Pembuatan bedengan 60 HOK @15.000 = 900.000
- Penanaman 60 HOK @15.000 = 900.000
- Pemeliharaan 300 HOK @15.000 = 4.500.000
- Sortasi dan seleksi 100 HOK @15.000 = 1.500.000
- Panen dan Pascapanen 100 HOK @15.000 = 1.500.000

Jumlah = Rp. 21.745.000


B. Penanganan benih
1. Sortasi benih di gudang 75 HOK @15.000 = 1.125.000
Jumlah IB = 1.125.000

C. Sertifikasi
1. Kebun 1 ha = 15.000
2. Benih = 100.000
Jumlah IC = 115.000

D. Packing

1. Upah pengepakkan 50 HOK @15.000 = 750.000
2. Kotak kayu 2500 @750 = 1.800.000
Jumlah ID = 2.550.000

- Jumlah biaya IA s.d ID = 25.535.000
- Bunga bank 10 bulan = 2.757.780
10,8 % (13 %/th)

TOTAL BIAYA I = 28.292.780


II Keuntungan

A. Hasil penjualan benih (80% dari hasil panen)
10.000 kg x Rp. 4.500 = 45.000.000
total Keuntungn = 16.707.220,-

Keterangan : Hasil penjualan benih merupakan 80% dari hasil panen.

========================

c. Jahe merah

I. Biaya Produksi

A. Penangkaran
1. Benih 1.000 kg @ Rp.4.500 = Rp. 4.500.000
2. Pupuk
- Pupuk kandang 40 ton @ Rp. 80.000 = Rp. 3.200.000
- Urea 600 kg @ Rp. 1.200 = Rp. 720.000
- SP36 300 kg @ Rp. 1.750 = Rp. 525.000
- KCl 400 kg @ Rp. 2.000 = Rp. 800.000

3. PHT 1 paket = Rp. 450 000

4. Gaji Upah
- Pembukaan lahan 50 HOK @ Rp. 15.000 = Rp. 750.000
- Pengolahan tanah 100 HOK @15.000 = Rp.1.500.000
- Pembuatan bedengan 60 HOK @15.000 = Rp. 900.000
- Penanaman 60 HOK @15.000 = Rp. 900.000
- Pemeliharaan 300 HOK @15.000 = Rp.4.500.000
- Sortasi dan seleksi 100 HOK @15.000 = Rp.1.500.000
- Panen dan Pascapanen 100 HOK @15.000 = Rp.1.500.000

Jumlah IA = Rp. 21.745.000

B. Penanganan benih
1. Sortasi benih di gudang 75 HOK @15.000 = Rp.1.125.000
Jumlah IB = Rp.1.125.000

C. Sertifikasi
1. Kebun 1 ha = Rp. 15.000
2. Benih = Rp. 100 000
Jumlah IC = Rp. 115.000

D. Packing
1. Upah pengepakkan 50 HOK @15.000 Rp. 750.000
2. Kotak kayu 2.500 @750 = Rp. 1.800.000
Jumlah ID = Rp.2.550.000

- Jumlah biaya IA s.d ID = Rp. 25.535.000

- Bunga bank 10 bulan
10,8 % (13 %/th) = Rp.2 757 780

Total Biaya = Rp. 28.292.780

II. Keuntungan

A. Hasil penjualan benih 10.000 kg @Rp.4.500 = Rp. 45.000.000
Total Keuntungan = Rp. 16.707.220

Keterangan : Hasil penjualan benih merupakan 80% dari hasil panen


Sumber : http://pertanianjanabadra.webs.com/apps/blog/show/12056404-cara-menanam-jahe
Read More ->>

SINGKONG,, JALAN PINTAS MENUJU SUKSES



singkong-all1
Kali ini menampilkan cuplikan wawancara dengan Bpk. Wayan Supadno (WS), HP 0811763161, lahir di Banyuwangi dari keluarga petani gurem Romo Suwarno. WS yang waktu SD pernah tidak naik kelas 2 kali, pernah nyaris bisu karena gagap berlebihan, rangking 47 dari 47 siswa semester I di SMA N I Singaraja dan 6 tahun lalu bangkrut Rp 38 milyar, sekarang sangat popular karena teknologinya yang sudah dipatenkan oleh Dirjen HAKI, juga pengelola situs www.bangkittani.com.
1. Bpk. Wayan Supadno selaku formulator Pupuk Hayati Merk Bio-EXTRIM cair dan granul, Pupuk Bio Organik Merk ORGANOX dan Hormon/ZPT Organik Merk HORMAX, sekaligus Praktisi Pertanian, bagaimana pendapat Anda mengenai makna atau definisi sukses?
Sukses menurut saya adalah perubahan bermakna terukur dan jelas dari sebelum dan sesudahnya dengan proses percepatan, contoh : jahat jadi baik, bodoh jadi cerdas, miskin jadi kaya, membebani jadi bermanfaat, hasil singkong 25 ton jadi 90 ton/ha.
2. Apa pondasinya jika ingin menjadi sukses?
Pondasi sukses terdiri dari tiga yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional, dan cerdas rasional. (a.) Cerdas Spiritual/Agama, contohnya : bisa membedakan halal & haram, sadar rejeki Tuhan yang membagi, sadar Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. (b.) Cerdas Emosional / Greget, contohnya : punya nyali untuk tampil meraih sukses, kaya intuisi, inovasi, & kreasi, sukses dijadikan impian & target. (c.) Cerdas Rasional / Intelektual, contohnya : bisa menghitung kalkulasi logis bisnis, tanggap potensi pasar & cerdas memainkan momentum, tahu persis cara bertani yang baik & benar
3. Lalu bagaimana kiat menjadi petani sukses?
Sangat sederhana, tidak lain dan tidak bukan pertanian harus dicintai agar yang sawahnya jauh terasa dekat, pekerjaan yang berat terasa ringan, mengatasi hama penyakit yang sulit terasa mudah, semua jadi serba indah.
4. Mengapa singkong dikatakan sebagai jalan pintas menjadi sukses?
Singkong merupakan komoditas yang sangat adaptif di negeri ini, bahkan sudah jadi bagian dari budaya bangsa dan memiliki produk turunan yang sangat banyak, tanpa batas di pasar luar negeri dan sampai dengan sekarang kita masih impor dalam bentuk cassava chip. Sehingga besar sekali peluang untuk mendongkrak kesejahteraan petani (sukses).
5. Apa maksudnya dan mohon diuraikan lagi!
Modal total pupuk hanya sekitar Rp 7 juta/ha dengan potensi hasil 90 ton/ha, artinya biaya produksi pupuk hanya Rp 78/kg singkong. Dengan harga asumsi singkong Rp 1.200/kg, omset petani bernilai Rp 108 juta. Artinya, keuntungan yang diterima petani berlipat-lipat yaitu sebanyak Rp 101 juta di luar sewa tanah dan tenaga kerja.
6. Bagaimana logika prinsip kerjanya bisa mendongkrak dari 25 ton/ha bisa 90 ton/ha dengan teknologi WS?
Kita kadang lupa bahwa “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri dan dalam kuasa-Nya tiada yang mustahil”.
a. Kita cipta kondisi perbanyak peluang akar dan agar hormon auksin perangsang keluarnya akar berfungsi maksimal melalui luka-luka yang kita buat. Perendaman bibit = memperbesar peluang akar dengan Auksin/IBA dan Sitokinin (George dan Sherington, 1984) dalam ZPT HORMAX dan ORGANOX.
b. Pembesaran umbi membutuhkan energi yang ekstrim. Ledakkan umbi melalui proses sitokinesis poliploidi/pembelahan sel berlipat ganda kuadran = Sitokinin, Giberelin, Kholkisin dalam ZPT HORMAX.
c. Sajikan makanan super mewah jangka panjang = multimikroba yang terkandung dalam Bio-EXTRIM granul dan ORGANOX (penambat Nitrogen, pelarut phospat dan kalium (Rodriquezz dan Fraga, 1999)).
d. C-Organik tinggi yang terkandung dalam ORGANOX merupakan nyawanya tanah, indikator mutu pupuk, media biak dari multi mikroba yang menambat N dari udara 78%, melarutkan P & K yang banyak terdeposit dalam tanah yang selama ini kita suplai belum termanfaatkan karena belum larut (masih terikat unsur lain).
e. Hormon Asam Absisat (ABA) berperan penting dalam keseimbangan kebutuhan air, inilah yang menjadikan singkong tahan terhadap kekeringan (Campbell et all., 2002), sehingga kelangsungan pembengkakan umbi berlanjut. Maka pentingnya kombinasi antara ORGANOX dan ZPT HORMAX.
f. Bertahan terhadap serangan bakteri dan jamur (biopestisida) yaitu Pseudomonas sp, dalam Bio-EXTRIM granul dan ORGANOX
7. Bagaimana langkah detailnya agar singkong hasilnya maksimal?
a. Potong bibit singkong 25 cm, gergaji/lukai di beberapa titik, bagian pangkal bibit yang akan terbenam tanah.
b. Rendam total bibit singkong sebelum tanam ke larutan 25 liter air yang diaduk dengan 0,5 liter ZPT HORMAX dan 1 liter ORGANOX selama 15 menit s/d 0,5 jam.
c. Tanam dengan kedalaman 15 cm (semua yang dilukai tertimbun), timbun dengan Pupuk Hayati Granul Bio EXTRIM. Semakin banyak tertimbun maka semakin banyak umbi singkong bertingkat-tingkat.
d. Semprot/kocor tiap 2-bulan sekali dosis 5 tutup ZPT HORMAX dan minimal 20 tutup ORGANOX/tangki pada perakaran umbi, diawali umur 14 hari setelah tanam (agar akar pasti banyak).
e. Bila tanaman sudah terlanjur tanam, masih efektif, tambahkan saja dosisnya semprot 5 tutup ZPT HORMAX + 25 tutup ORGANOX/ tangki 14 liter di perakaran/umbi pada awal aplikasi, selanjutnya dosis seperti biasa setiap 2 bulan sekali. Aplikasi ORGANOX semakin pekat semakin baik. Silakan dibuktikan.
f. Jika habis disemprot herbisida pembasmi gulma, tanam dan semprotlah dengan ORGANOX setelah lebih dari 3 hari.
8. Apakah hasil 90 ton/ha hanya tergantung dari varietas bibit tertentu?
Tidak, semua varietas bisa karena prinsipnya adalah melipatgandakan akar calon umbi dan memperbesar umbi dengan 16 unsur hara yang terkandung dalam Bio-EXTRIM granul. Sekaligus pembesarannya dipacu melalui proses multihormon sitokinesis dan poliploidi.
9. Jika singkong terserang jamur leles, apakah bisa Teknologi WS mengatasinya?
Tentu saja bisa “Dalam kuasa-Nya tiada yang mustahil”, semprotkan di batang dan tanah sekitar perakaran 25 tutup BOMAX + 10 sdm susu bubuk/tangki 14 L. Produk BOMAX merupakan biopestisida yang mengandung bakteri Pseudomonas sp. yang mampu menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit leles (Van Loon, 2000) sekaligus bakteri Bacillus sp. mampu meningkatkan imunitas tanaman (Isolauri et all., 2001).
10. Bagaimana pendapat Anda mengenai kondisi riil kesuburan tanah pertanian kita?
Jujur saya katakan, kondisinya memprihatinkan. Tanah kita bagai sedang sakit kronis komplikatif akibat kondisi yang serba kurus, yaitu kurus unsur hara, kurus C-Organik, kurus multimikroba, dan kurus multihormon.
11. Apa sebabnya?
Kurus unsur hara, kurus C-Organik (dulu tahun 1970 an kandungan C-Organik tanah di atas 2,5 %, sekarang di bawah 1 %. Padahal idealnya C-Organik tanah di atas 3%, padahal inilah nyawanya tanah, tapi kita tidak pernah menyuplainya lalu tanah dapat dari mana?). Kurus multimikroba sahabat petani, multimikroba terus-menerus dibutuhkan sebagai simbiotik mutualisme hidup, tapi kita tidak pernah membiakkan di lahan, lalu diperoleh dari mana?. Dan kurus multihormon, padahal mutlak dibutuhkan untuk tanaman lebih vigor dan jumbo. Wajar saja jika dari waktu-kewaktu tanaman semakin kerdil. Kalau tidak kita suplai didapat dari mana?. Ini semua akibat kesalahan kita sendiri. Selama ini nyaris hanya memperhatikan aspek kimia saja, itupun sintetis sifatnya dan hanya 3 unsur saja yaitu N (Urea), P (SP 36) dan K (KCl), bahkan para petani seperti sudah tergantung secara emosional.
12. Apa saja gejalanya?
a. Secara fisika, tanah semakin mengeras padat, tidak bisa menahan air, dan tidak menahan udara karena pori-pori tanah menyempit, padahal ketiga poin tersebut sangat penting untuk pertumbuhan tanaman pertanian.
b. Secara kimia, kekurangan 16 unsur hara makro dan mikro diantara NPK yang datangnya dari alam dan lebih mengandalkan yang sintetis. Kadar C-Organik juga sangat rendah padahal ini sangat-sangat penting.
c. Secara biologi, kandungan multimikroba dalam tanah yang bersahabat dengan petani sangat rendah, begitu pula mikro flora dan fauna lainnya, kadar multihormon juga sangat rendah.
d. Gejala yang paling dirasakan oleh petani adalah pada tahun 70-an untuk padi 1 ha cukup dengan 100 kg Urea saja, tapi sekarang 300 kg saja belum cukup, artinya dari waktu ke waktu kebutuhan pupuk meningkat semakin tajam dalam luasan yang sama namun hasilnya menurun.
e. Rentan terhadap penyakit karena mikroba sebagai biopestisida tidak bisa berkembang maksimal termasuk di dalamnya adalah fauna sahabat petani lainnya yaitu cacing dan belut.
f. Tanaman cenderung semakin kerdil ini semua karena kekurangan hormon alami dan hasil pertanian mudah basi karena residu bahan kimia yang berbahaya mendekati ambang batas.
13. Solusinya bagaimana?
a. Kita sebagai petani harus menyadari betul kondisi ini bagai kita sedang sakit mungkinkah kita kerja menghasilkan sesuai harapan seperti saat kita sedang sehat.
b. Sehatkan tanah secepatnya, gemukkan kondisi tanah dan perlakuan budidaya yang berimbang (neraca hara) dengan cara menyuplai bahan-bahan organik yang kadar C-Organiknya sangat tinggi, perkaya biang-biang multimikroba non pathogen sahabat petani, perkaya multi mikroba biopestisida terkait, beri rangsangan dengan multihormon sesuai kebutuhan tanaman budidayanya.
14. Apakah sudah ada petani yang mempraktekkan metode tersebut?
Sudah banyak, disarankan rombongan Gapoktan cek lokasi/ diklat lapangan dengan para petani terdekat. Di antaranya Bpk. Purwanto (085381184999) di Lampung utara, Bpk. Karyadi (085279643464) di Lampung tengah, Bpk Iwan (085279725572) di Lampung timur, Bpk. I Ketut Nursane (081369515338) dan Bpk. Gusti (08127246829) di Gaya Baru Lamteng, Bpk. I Ketut Widia Jana (085669940654), Bpk. Ketut Sudane (085279931878), Bpk. Nyoman Wijaya (085366787955) dan Bpk. Made Sudiana (081369509845) di Seputih Banyak, Bpk. Nengah (085840151555) di Rumbia Lamteng, Bpk. Nyoman Yase (085366596445) di Lampung Selatan, Bpk. I Made Widiarto (085279768334) di Tulang Bawang Barat Lampung, Bpk. Dewa (085279256522) di Lampung Utara, Bpk. Ketut Oka Bawa (0811355367) di Malang, Bpk. I Nyoman Gunarte (0812 3793 6894/0878 6158 7548) di Bali.
Dialog Interaktif dengan Petani di radar TV Lampungfoto03131
Sumber : http://bangkittani.com/topik-utama/singkong-jalan-pintas-menuju-sukses/
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Share It